PEMROGRAMAN DENGAN INTRUKSI DIFD
I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktik siswa dapat
Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
Membuat laporan praktik secara sistematis
II. ALAT dan BAHAN
Seperangkat Komputer
Personal Komputer (cx programer)
Seperangkat PLC
Push Button NO
Push Button NC
III. DASAR TEORI
DIFD (differentiate down) digunakan untuk mengubah kondisi bit operand menjadi ON selama 1 siklus saja. Ketika dieksekusi,
IV. LANGKAH KERJA
1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
2. Menyiapkan bahan kerja
3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara
Pilih program CX PROGRAMER
Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke
Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program
Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan sebelumnya (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat
4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
5. Membuat kesimpulan
6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
8. Membuat laporan praktikum
V. GAMBAR RANGKAIAN
VI. CARA KERJA RANGKAIAN
Saat tombol start ditekan lalu dilepas maka output100.00 dan 100.02 akan menyala berkedip
PEMROGRAMAN DENGAN INTRUKSI DIFU
I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktik siswa dapat
Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
Membuat laporan praktik secara sistematis
II. ALAT dan BAHAN
Seperangkat Komputer
Personal Komputer (cx programer)
Seperangkat PLC
Push Button NO
Push Button NC
III. DASAR TEORI
DIFU (differentiate up) akan membandingkan kondisi eksekusi sekarang dengan kondisi eksekusi sebelumnya. Jika kondisi eksekusi sebelumnya adalah OFF dan kondisi eksekusi sekarang adalah ON, maka DIFU(13) akan mengaktifkan bit operand menjadi ON selama 1 siklus saja.
IV. LANGKAH KERJA
1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
2. Menyiapkan bahan kerja
3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara
Pilih program CX PROGRAMER
Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke
Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program
Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan sebelumnya (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat
4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
5. Membuat kesimpulan
6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
8. Membuat laporan praktikum
V. GAMBAR RANGKAIAN
VI. CARA KERJA RANGKAIAN
Saat tombol start ditekan maka output 100.00 dan 100.02 akan menyala berkedip
Apabila tombol start dilepas maka output 100.00 dan 100.02 akan mati
PEMROGRAMAN MIXER
I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktik siswa dapat
Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
Membuat laporan praktik secara sistematis
II. ALAT dan BAHAN
Seperangkat Komputer
Personal Komputer (cx programer)
Seperangkat PLC
Push Button NO
Push Button NC
III. DASAR TEORI
Mixer merupakan salah satu jenis ARTL yang masuk dalam klasifikasi ARTL mekanis yang fungsinya sebagai pengaduk adonan Kue dan semacamnya. Mixer sering digunakan untuk mengaduk adonan kue yang menggunakan campuran telur, tepung, dan larutan tertentu sehingga ibu rumah tangga sering mengistilahkannya sebagai pengaduk telur. Tungkai pengaduknya digerakkan oleh sebuah motor listrik melalui kopel roda-roda gigi. Variasi kecepatan putar dapat diatur dengan sebuah saklar pilih yang diletakkan sedmikian rupa hingga mudah dijangkau oleh ibu jari atau jari telunjuk yang sedang menggenggam gagang mixer.
IV. LANGKAH KERJA
1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
2. Menyiapkan bahan kerja
3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara
Pilih program CX PROGRAMER
Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke
Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program
Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan sebelumnya (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat
4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
5. Membuat kesimpulan
6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
8. Membuat laporan praktikum
V. GAMBAR RANGKAIAN
VI. CARA KERJA RANGKAIAN
Periksa dan cocokkan kebutuhan tegangan suplei dan frekuensi kerja dengan tegangan terpasang dan frekluensi kerja di tempat anda akan menggunakan mixer
Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘0’.
Masukkan kedua tangkai pengaduk adonan pada lubangnya dengan tepat hingga terdengar suara ‘klek’.
Tusukkan ‘tusuk kontak’ dengan benar pada stop kontak sumber listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Perhatian! Besaran ini tidak boleh dilanggar. Pelanggaran terhadap besaran listrik ini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mixer. Pegang dengan baik ujung tusuk kontak (bukan kabel penghantarnya) saat menusukkan dan melepaskan tusuk kontak ke dan dari stop kontak
Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘1’. Jangan langsung menggunakan posisi tinggi (posisi 3). Motor mixer harus berputar bersama kedua tangkai pengaduk adonan.
Atur kecepatan mixer dengan perlahan, langkah demi langkah. Dari cepat ke lambat, atau dari lambat ke cepat. Jangan menekan atau menggeser saklar pemilih kecepatan dengan serampangan. Kecerobohan ini dapat merusak lidah-lidah kontak saklar pemilih kecepatan mixer.
Perhatian! Jangan terlalu lama menjalankan motor mixer, hingga melebihi satu jam tanpa berhenti. Pemakaian yang melibihi satu jam tanpa berhenti akan meningkatkan suhu panas motor dan akan berakibat fatal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan motor mixer terbakar.
Bersihkan atau cuci bersih semua komponen mixer kecuali bodinya sesaat setelah digunakan agar tidak berjamur.
Perhatian! Bodi mixer tidak boleh dicuci. Di dalam bodi mixer terdapat motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Pencucian bodi mixer akan membasahi motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Hal ini dapat mengakibatkan motor mixer dan rangkaian kelistrikan mixer terhubung singkat (korsleting). Dampak selanjutnya adalah motor dan rangkaian kelistrikan motor akan terbakar ketika dijalankan kembali.