Jumat, 25 November 2016

pemrograman konveyor

                        PEMROGRAMAN KONVEYOR
  I. TUJUAN 
     a. Siswa bisa memahami  cara kerja intruksi KEEP pada PLC
     b. Siswa bisa membuat leader PLC dengan intruksi KEEP
     c. Siswa bisa mahir memogram PLC
  II. ALAT dan BAHAN
     1. Seperangkat Komputer
     2. Personal Komputer (cx programer)
     3. Seperangkat PLC
     4. Push Button  NO
     5. Push Button NC 
  III. DASAR TEORI
         Sistem konveyor pengepakan apel pada industri ini  di rancang untuk memudahkan                pekerjaan dalam pengepakan apel. Sistem otomasi ini di lengkapi dengan intruksi counter          (CNT), operate blok (program compute) dan compare blok dalam pemrogramannya yang          terdapat pada PLC. program apel ini di fungsikan untuk membatasi jumlah apel yang di            pindahkan ke box apel.program compute untuk menghitung jumlah blok yang telah terisi          danproses pengepakan akan di batasi dengan program copare blok.
  IV. LANGKAH KERJA   
       1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
       2. Menyiapkan bahan kerja 
       3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara :
  •   Pilih program CX PROGRAMER.
  •   Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke.
  •   Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program.
  •   Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan    sebelumnya       (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input   dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat.
       4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
       5. Membuat kesimpulan
       6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
       7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
       8. Membuat laporan praktikum

   V. GAMBAR RANGKAIAN


   VI. CARA KERJA RANGKAIAN              
         1. Saat tombol START di tekan (PB0), maka di jalankan konveyor pembawa boks
         2. Jika sensor boks (SE2) mendeteksi keberadaan boks maka konveyor pembawa boks                    akan di  hetikan dan konveyor pembawa apel mulai di jalankan.
         3. Sensor apel (SE1) akan menghitung hingga 10 buah apel (misal) kemudian                                    menghentikan konveyor pembawa apel (pencacah apel akan di reset) dan proses di                      jalankan dari awal lagi demikian seterusnya hingga di tekan tombol STOP (PB1).

Kamis, 24 November 2016

PEMROGRAMAN DENGAN INTRUKSI DIFD

PEMROGRAMAN DENGAN INTRUKSI DIFD


I. TUJUAN

Setelah melaksanakan praktik siswa dapat 
Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
Membuat laporan praktik secara sistematis
II. ALAT dan BAHAN
Seperangkat Komputer 
Personal Komputer (cx programer)
Seperangkat PLC
Push Button  NO
Push Button NC 
III. DASAR TEORI
      DIFD (differentiate down) digunakan untuk mengubah kondisi bit operand menjadi ON selama 1 siklus saja. Ketika dieksekusi,

IV. LANGKAH KERJA
        1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
        2. Menyiapkan bahan kerja 
        3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara
 Pilih program CX PROGRAMER 
Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke 
Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program
 Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan  sebelumnya (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat
      4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
      5. Membuat kesimpulan
      6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
      7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
      8. Membuat laporan praktikum

V. GAMBAR RANGKAIAN 


VI. CARA KERJA RANGKAIAN
Saat tombol start ditekan lalu dilepas maka output100.00 dan 100.02 akan menyala berkedip




PEMROGRAMAN DENGAN INTRUKSI DIFU 




I. TUJUAN

Setelah melaksanakan praktik siswa dapat 
Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
Membuat laporan praktik secara sistematis
II. ALAT dan BAHAN
Seperangkat Komputer 
Personal Komputer (cx programer)
Seperangkat PLC
Push Button  NO
Push Button NC 
III. DASAR TEORI
       DIFU (differentiate up) akan membandingkan kondisi eksekusi sekarang dengan kondisi eksekusi sebelumnya. Jika kondisi eksekusi sebelumnya adalah OFF dan kondisi eksekusi sekarang adalah ON, maka DIFU(13) akan mengaktifkan bit operand menjadi ON selama 1 siklus saja.

IV.  LANGKAH KERJA

        1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
        2. Menyiapkan bahan kerja 
        3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara
 Pilih program CX PROGRAMER 
Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke 
Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program
 Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan  sebelumnya (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat
      4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
      5. Membuat kesimpulan
      6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
      7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
      8. Membuat laporan praktikum

V. GAMBAR RANGKAIAN



VI. CARA KERJA RANGKAIAN
Saat tombol start ditekan maka output 100.00 dan 100.02 akan menyala berkedip
Apabila tombol start dilepas maka output 100.00 dan 100.02 akan mati

PEMROGRAMAN MIXER




I. TUJUAN

Setelah melaksanakan praktik siswa dapat
Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
Membuat laporan praktik secara sistematis
II. ALAT dan BAHAN
Seperangkat Komputer 
Personal Komputer (cx programer)
Seperangkat PLC
Push Button  NO
Push Button NC 
III. DASAR TEORI
          Mixer merupakan salah satu jenis ARTL yang masuk dalam klasifikasi ARTL mekanis  yang fungsinya sebagai pengaduk adonan Kue dan semacamnya. Mixer sering digunakan untuk mengaduk adonan kue yang menggunakan campuran telur, tepung, dan larutan tertentu sehingga ibu rumah tangga sering mengistilahkannya sebagai pengaduk telur. Tungkai pengaduknya digerakkan oleh sebuah motor listrik melalui kopel roda-roda gigi. Variasi kecepatan putar dapat diatur dengan sebuah saklar pilih yang diletakkan sedmikian rupa hingga mudah dijangkau oleh ibu jari atau jari telunjuk yang sedang menggenggam gagang mixer. 

IV. LANGKAH KERJA
 
    1. Melakukan pengujian komponen sebelum digunakan
    2. Menyiapkan bahan kerja 
    3. Membuat perintah pada program yang ada di komputer,dengan cara 
 Pilih program CX PROGRAMER 
Klik File – pilih New – pilih Jenis PLC – lalu oke 
Selanjutnya apabila sudah masuk Pada program
 Membuat rangkaian sesuai dengan diagram leader yang telah tentukan  sebelumnya (Perhatikan jenis PLC dan CH-nya karena akan berpengaruh pada pengalamatan input dan outputnya pada gambar diagram leader yang akan kita buat
    4. Setelah selesai konsultasikan dengan instruktur
    5. Membuat kesimpulan
    6. Mengembalikan alat dan bahan pada tempatnya
    7. Membersihkan dan rapikan kembali tempat kerja
    8. Membuat laporan praktikum


V. GAMBAR RANGKAIAN






VI. CARA KERJA RANGKAIAN

Periksa dan cocokkan kebutuhan tegangan suplei dan frekuensi kerja dengan tegangan terpasang dan frekluensi kerja di tempat anda akan menggunakan mixer
Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘0’.
Masukkan kedua tangkai pengaduk adonan pada lubangnya dengan tepat hingga terdengar suara ‘klek’.
Tusukkan ‘tusuk kontak’ dengan benar pada stop kontak sumber listrik AC tegangan 220 ~ 230 volt, 50 ~ 60 Hz. Perhatian! Besaran ini tidak boleh dilanggar. Pelanggaran terhadap besaran listrik ini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada mixer. Pegang dengan baik ujung tusuk kontak (bukan kabel penghantarnya) saat menusukkan dan melepaskan tusuk kontak ke dan dari stop kontak
Posisikan saklar pemilih kecepatan mixer pada posisi ‘1’. Jangan langsung menggunakan posisi tinggi (posisi 3). Motor mixer harus berputar bersama kedua tangkai pengaduk adonan.
Atur kecepatan mixer dengan perlahan, langkah demi langkah. Dari cepat ke lambat, atau dari lambat ke cepat. Jangan menekan atau menggeser saklar pemilih kecepatan dengan serampangan. Kecerobohan ini dapat merusak lidah-lidah kontak saklar pemilih kecepatan mixer.
Perhatian! Jangan terlalu lama menjalankan motor mixer, hingga melebihi satu jam tanpa berhenti. Pemakaian yang melibihi satu jam tanpa berhenti akan meningkatkan suhu panas motor dan akan berakibat fatal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan motor mixer terbakar.
Bersihkan atau cuci bersih semua komponen mixer kecuali bodinya sesaat setelah digunakan agar tidak berjamur.
Perhatian! Bodi mixer tidak boleh dicuci. Di dalam bodi mixer terdapat motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Pencucian bodi mixer akan membasahi motor dan rangkaian kelistrikan mixer. Hal ini dapat mengakibatkan motor mixer dan rangkaian kelistrikan mixer terhubung singkat (korsleting). Dampak selanjutnya adalah motor dan rangkaian kelistrikan motor akan terbakar ketika dijalankan kembali.

Rangkaian Pengendali motor 3 phase Auto-Manual

       RANGKAIAN PENGENDALI MOTOR 3 PHASA AUTO-MANUAL

I. TUJUAN

    Setelah melaksanakan praktik siswa dapat :

  •  Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
  •  Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
  •  Merangkai motor listrik 3 phasa Auto-Manual
  •  Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
  •  Membuat laporan praktik secara sistematis


II. ALAT DAN BAHAN

    a.Alat Utama

  1.  MCB 1 Phasa                1bh
  2.  MCB 3 Phasa                1bh
  3.  MC                                2bh
  4.  TDR                              1bh
  5.  OL                                 1bh
  6.  PB ON                           2bh
  7.  PB OFF                         1bh
  8.  SWITCH AUTO MAN 1bh
  9.  Motor  3 Phasa              1bh

    b.Alat Bantu

  1.  Obeng +/-
  2.  Tang Potong, Tang Kupas, dan Tang Sekun
  3.  Multimeter

    c.Bahan

  1.  Kabel NYAF 1,5 mm2  (merah, kuning,hitam )
  2.  Kabel NYAF 0,75 mm2  (putih/hijau/coklat dan biru)
  3.  Kabel sekun
  4.  Spiral 


III. TEORI SINGKAT

     Sistem pengendalian proses terbagi menjadi dua yaitu sistem pengendalian manual dan sistem pengendalian otomatis.
1.Sistem Pengendalian Manual adalah sistem pengendalian dengan subyek adalah makhluk hidup, contoh oleh manusia. Biasanya sistem ini dipakai pada beberapa proses-proses yang tidak banyak mengalami perubahan beban  ( load ) atau pada proses yang tidak kritis.
2.Sistem Pengendalian Otomatis adalah sistem pengendalian dimana subyek digantikan oleh suatu alat yang disebut controller. Dimana tugas untuk membuka dan menutup valve tidak lagi dikerjakan oleh operator, tetapi atas perintah controller.  (Gunterus, 1994)


IV. LANGKAH KERJA

  1.  Pakailah pakaian safety dengan rapi dan benar
  2.  Siapkan alat dan bahan
  3.  Periksa kondisi alat dan bahan
  4.  Siapkan gambar kerja
  5.  Rangkailah instalasi kontrol sesuai gambar kerja
  6.  Periksa rangkaian dengan alat ukur sebelum diuji tegangan
  7.  Laporkan pada instruktur bahwa rangkaian siap dijalankan



V. GAMBAR KERJA

   a.Rangkaian Kontrol



   b.Rangkaian Daya



   c.Diagram Ladder



   d.Design HMI 

 


VI. CARA KERJA RANGKAIAN

Bila selektor switch diposisi Manual maka bila STAR1 ditekan K1 kerja, START2 ditekan K2 kerja
Sedangkan bila selektor diposisi Automatis maka bila START1 ditekan K1 kerja, 3 detik kemudian K2 kerja
Rangkaian dilengkapi tombol Stop untuk mematikan semua rangkaian.

Rabu, 23 November 2016

Instruksi-Instruksi dalam PLC

          INSTRUKSI-INSTRUKSI DALAM PLC

 I. BASIC INTRUCTION  

  • FUN: Memanggil fungsi yang di gunakan
  • LD : Memasukan input yang di kehendaki sebagai bagian awal dari ladder
  • AND: Memasukan input seri dengan input sebelumnya
  • OR : Memasukan input yang di paralel dengan input sebelumnya         
  • OUT: Out put dari rangkaian ladder
  • TIM: Timer kontrol dengan perintah ini untuk fungsi/kontak output  
  • CNT: Counter kontrol dengan perintah ini untuk fungsi / kontak output
  • NOT: Untuk menandakan kontak NC
  • HR : Mendefinisikan Holding Relay
  • TR : Mendefinisikan Temporary Relay
  • SFT: Menamoilkan operasi sift register
  • SHIFT: Memanggil fungsi dari tombol dengan kegunaan yang lebih

II. KEGUNAAN BASIC INSTRUCTION

  • Holding Relay (HR) => Saat listrik mati , kemudian listrik hidup, program kembali berjalan tanpa mengulang dari awal 
  • Keep => di gunakan untuk mempertahankan kondisi bit operand berdasarkan eksekusi set dan reset
  • DIFU (Differentiate Up)
  • DIFD (Differentiate Down) => di gunakan untuk mengubah kondisi bit operand selama 1 siklus
  • Move - Mov (21) => di gunakan untuk mengcopy nilai dari source ke destination. 


PLC dengan instruksi KEEP

PLC DENGAN INSTRUKSI KEEP

I. TUJUAN

  1. Siswa bisa memahami  cara kerja intruksi KEEP pada PLC
  2. Siswa bisa membuat leader PLC dengan intruksi KEEP
  3. Siswa bisa mahir memogram PLC


II. ALAT DAN BAHAN        

  1. Komputer
  2. Personal Komputer (cx programer)
  3. PLC


III. DASAR TEORI

Instruksi KEEP digunakan untuk mempertahankan kondisi bit operand berdasarkan dua kondisi eksekusi, yakni Set dan Reset. Oleh sebab itu, instruksi KEEP ini terhubung ke dua baris instruksi pengkondisi untuk suatu eksekusi. Jika kondisi eksekusi instruksi pada baris pertama ON (Set), maka kondisi bit operand instruksi KEEP akan ON. Dan jika kondisi eksekusi instruksi pada baris kedua ON (Reset), maka kondisi bit operand instruksi KEEP akan OFF. Jadi instruksi KEEP ini seperti instruksi SET dan RSET yang dijadikan satu paket.
Kondisi bit operand yang digunakan instruksi KEEP tidak direset dalam instruksi INTERLOCK

IV. LANGKAH KERJA

  1. Pakailah pakaian safety dengan baik dan benar
  2. Siapkan alat dan bahan
  3. Periksa kondisi alat dan bahan
  4. Membuat perintah program sesuai cara kerja
  5. Laporkan pada instruktur saat siap untuk diuji

V. GAMBAR KERJA

 a.Ladder PLC






VI. CARA KERJA RANGKAIAN

Ketika kondisi eksekusi S=ON, maka kondisi Output 100.00, 100.01 , 100.02 akan ON. Kondisi ini tetap dipertahankan meskipun S berubah menjadi OFF.
Untuk mematikanOutput 100.00, 100.01 , 100.02 maka digunakan kondisi eksekusi R. Ketika kondisi eksekusi R=ON, maka Output 100.00, 100.01 , 100.02 akan OFF.

LAMPU NYALA BERURUTAN

                      LAMPU NYALA BERURUTAN

I.TUJUAN
  1.   Siswa bisa memahami  cara kerja intruksi interlock pada PLC
  2.   Siswa bisa mahir memogram PLC
  3.   Dapat mengoperasikan program PLC lewat komputer
  4.   Siswa mengetahui cara merakit rangkaian PLC 
II.ALAT DAN BAHAN 
  1.   Seperangkat Komputer
  2.   Personal Komputer (cx programer)
  3.   Seperangkat PLC
  4.   Push Button 
  
III.DASAR TEORI
  Cara kerja berurutan 3(tiga) lampu adalah instalasi tenaga listrik bangunan sederhana. 
Instalasi atau penerangan ini sering di gunakan di hotel atau di gudang akan tetapi instalasi
cara kerjabeurutan 3 (tiga) lampu ini bisa juga di gunakan di rumah  rumah biasa. 
Sebenarnya instalasi listrik bangunan sederhana banyak macamnya,akan tetapi saya
hanya akan menjelaskan“ CARA KERJA BERURUTAN 3 (TIGA) LAMPU” saja. 
IV.LANGKAH KERJA 
  •    Pakailah pakaian safety dengan rapi dan benar
  •    Siapkan alat dan bahan
  •    Periksa kondisi alat dan bahan
  •    Siapkan gambar kerja
  •    Buat program PLC sesuai gambar kerja
  •    Laporkan pada instruktur bahwa rangkaian siap dijalankan

V.GAMBAR KERJA
    A.Ladder PLC 




VI.CARA KERJA RANGKAIAN
    Apabila tombol start ditekan maka lampu 100.00 menyala
selang 1 detik lampu 100.01 menyala selang 1 detik lampu 100.02 menyala
Rangkaian dilengkapi dengan tombol stop untuk mematikan semua rangkaian.



Jumat, 18 November 2016

PENGENDALI MESIN CUCI AUTOMATIS

PENGENDALI MESIN CUCI AUTOMATIS

                           
I. TUJUAN
          
  Setelah melaksanakan praktik siswa dapat :
  •       Memilih alat dan bahan yang digunakan dengan benar
  •       Mengecek kondisi alat dan bahan dengan benar
  •     Membuat Ladder PLC, dan Tabel Mnemonic
  •       Melaksanakan praktik sesuai SOP yang telah ditentukan
  •       Membuat laporan praktik secara sistematis
II.  ALAT DAN BAHAN
          
  a.      Alat Utama
  •  MC                                 2bh
  • Alarm                             1bh
  •  TDR                               6bh
  •  PB ON                           1bh
  •  Motor  3 Phasa              1bh
        
 b.      Alat Bantu
  • Obeng +/-
  • Tang Potong, Tang Kupas, dan Tang Sekun
  • Multimeter
            
 c.       Bahan
  • Kabel NYAF 1,5 mm2  (merah, kuning,hitam )
  • Kabel NYAF 0,75 mm (putih/hijau/coklat dan biru)
  • Kabel sekun
  • Spiral
III. DASAR TEORI
Secara garis besar, proses pencucian pada mesin cuci yang dilengkapi sensor dan pengontrol memiliki gambaran seperti berikut :
  1. Memasukkan pakaian yang kotor ke dalam mesin cuci.
  2. Melalui sensor yang telah dipasang, mesin cuci akan menganalisa pakaian dan secara otomatis akan memilah jenis pakaian, jenis noda.s
  3. Proses selanjutnya adalah memasukkan ditergent dan air dan memulai proses pencucian.
  4. Mesin cuci otomatis akan menghitung estimasi waktu yang diperlukan untuk proses pencucian.
Berhubung minimnya alat yang diperlukan dan tingkat pengetahuan akan koneksi hardware dengann komputer memaksa proses yang seharusnya digunakan oleh sebuah sensor diubah ke dalam bahasa pemrograman, yang pada prosesnya persis pada mesin pencuci yang dilengkapi denga sensor di atas. Dan gambaran sistem yang beruapa aplikasi ini adalah sebagai berikut :
  1. Menginputkan model pakaian, jenis kain, jenis noda, warna kain, dan kepudaran kain.
  2. Sistem akan mengelompokkan jenis kain dan jenis node.
  3. Selanjutnya sistem akan menentukan jumlah diterjen dan jumlah air yang diperlukan berdasarkan jenis kain dan jenis noda.
  4. Proses selanjutnya adalah menghitung jumlah putaran yang diperlukan oleh tiap pakaian berdarakan model pakaian, jenis kain, dan jenis noda.
  5. Selanjutanya sistem akan menghitung waktu yang dibutuhkan berdasarkan tingkat kecepatan putaran mesin cuci per detik dan proses pencucian yang harus dilakukan menurut kapasitas maksimum mesin cuci.
  6. Proses terakhir sistem akan melakukan pencucian.

IV.  LANGKAH KERJA 
  • Pakailah pakaian safety dengan rapi dan benar
  • Siapkan alat dan bahan
  • Periksa kondisi alat dan bahan
  • Siapkan gambar kerja
  • Rangkailah instalasi kontrol sesuai gambar kerja
  • Periksa rangkaian dengan alat ukur sebelum diuji tegangan
  •  Laporkan pada instruktur bahwa rangkaian siap dijalankan

V. GAMBAR KERJA 
 a.          Ladder PLC





 b.          Tabel Mnemonic



VI. CARA KERJA RANGKAIAN

  1. PB START ditekan MC 1 kerja motor putar kanan selama 4 detik, kemudian MC 1 mati selama 2 detik
  2. Disusul MC 2 kerja motor putar kiri selama 4 detik, kemudian MC 2 mati selama 2 detik
  3. Proses ini akan berulang terus selama 30 detik, disusul bunyi alarm selama 5 detik.


***TERIMAKASIH*** 

Rabu, 16 November 2016

TUTORIAL PENGENDALI HMI BERURUTAN OTOMATIS



TUTORIAL PENGENDALI  HMI
BERURUTAN OTOMATIS


1.TUJUAN PRAKTIKUM
  •  Memahami cara kerja timer dan counter. 
  •  Memahami pemakaian aplikasi timer dan counter. 
  •  Menerapkan prinsip timer dan counter pada program PLC.
  •  Mengaplikasikan timer dan counter pada ladder diagram dan menggambarkan input dan   outputnya dengan timing chart. 
  •  Menggambarkan ladder diagram beserta gambar perangkat keras input  dan outputnya.


2. ALAT DAN BAHAN
  1.  PLC trainer.
  2.  PC(desktop/laptop) + Software PLC.
  3.  Kabel komunikasi serial + USB to serial converter.
  4.  Kabel jumper.


3. TEORI SINGKAT
   1. TIMER
Ada beberapa jenis timer yang digunakan pada PLC, akan tetapi yang sering digunakan adalah Timer ON Delay dan Timer OFF Delay. Fungsi pewaktu dalam PLC dapat disesuaikan dengan format program yang dibuat. Keunggulan Timer pada PLC yaitu mempunyai kecermatan dan kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi relay konvensional. Timer memiliki satu masukan Aktivasi Timer serta dua parameter ‘Timer Number’ dan ‘Set Value’. Timer Number diisi dengan nomor pewaktu, untuk CPM2A terdapat 226 lokasi (000-225). Set Value diisi dengan nilai waktu tundaan dalam satuan 0,1 detik dan maksimal 9999 (999,9 detik).



   2. COUNTER
Pencacah atau counter pada PLC memiliki dua masukan yaitu ‘Count Pulse‘ dan ‘Reset‘ serta memilki dua parameter yaitu ‘Counter Number’ dan ‘Set Value’. Counter Number diisi dengan nomor pencacah, untuk CPM2A terdapat 226 lokasi. Set Value diisi dengan nilai cacahan (min 0, max 9999). Counter akan mencacah turun dari nilai Set Value hingga 0 setiap perubahan kondisi count pulse dari OFF ke ON. Dan akan mereset nilai Set Value bila Reset berubah dari OFF ke ON. Counter tidak akan mencacah bila Reset masih dalam kondisi ON.



   3.EASY BUILDER 



   4.HUMAN MACHINE INTERFACE

  1. Human Machine Interface atau yang biasa disebut Man Machine Interface adalah piranti lunak antarmuka antara mesin atau plant dengan operator atau pengamat. Umumnya terdiri dari       komputer pusat atau beberapa komputer terpisah berfungsi untuk memonitor dan mengontrol     mesin, plant atau proses di sebuah pabrik.
  2. Tujuan pemakaian HMI adalah mengumpulkan dan menampilkan informasi dari proses pada     plant. Selain itu HMI berguna sebagai sarana bagi operator untuk mengakses sistem otomasi di lapangan (operasional, perawatan & troubleshooting, pengembangan).
  3. Fitur-fitur yang terdapat dalam HMI biasanya adalah:

  •  Informasi Plant : Variabel proses, status peralatan, alarm, lup control, dan database.
  •  Metode Presentasi : Grafik, report, animasi.
  •  Peralatan : Keyboard, mouse atau pointing device lainnya, dan touchscreen atau CRT. 

      4. Komponen yang diperlukan untuk membangun HMI :
  • Media Komunikasi : Media Kabel/Wire ( Ethernet dan Serial ) dan Media Radio/Wireless         (Wifi, Modem GSM, Radio). Untuk pengontrolan jarak jauh yang paling baik digunakan            adalah menggunakan Ethernet.
  • Hardware Komputer yang mempunyai spesifikasi minimal prosesor sekelas Pentium 200, hard disk kosong 500 MB, RAM 64 MB, adapter video SVGA SMB RAM, pointing device, dan        telah terpasang adapter jaringan.
  •  Software HMI ( Intouch Wonderware, RSView32, dll), dan OPC (TOP server, OPC Link,dll).

      5. Applikasi HMI pada umumnya tidak berhubungan langsung dengan peralatan yang dikontrol               tetapi melalui perantara data server. Data server dapat berupa program OPC (OLE.





 4.LANGKAH PERCOBAAN

•  Hidupkan perangkat komputer dan perangkat PLC.
•  aktifkan aplikasi pemograman PLC yaitu cx-progammer, dengan cara klik start – program – cx-          progammer atau melalui shortcut yang telah disediakan pada desktop.
•  Setelah cx-progammer dibuka langsung hubungkan dengan PLC tetapi supaya koneksi PLC dengan    PC berjalan dengan lancar, check dulu di port mana koneksi serial PLC dihubungkan.
•  Buat program ladder diagram yang menggambarkan pengaplikasian timer dan counter pada PLC        atau sesuai percobaan pada tugas percobaan.
•  Lakukan pratikum sesuai tugas – tugas pratikum yang telah diberikan dan lakukan percobaan.
•  Hubungan easy buildder yang telah kamu buat dan lalu hubungkan ke pc yang sudah tersambung        dengan laptop/komputermu.
•  Lalu kirim ke pc dengan cara download, tunggu beberapa saat setelah itu easy buildder anda sudah    ada di pc. dan siap untuk dipraktikan.


5.LADDER PLC
 
1.

 
















***ترمقسه ***


Kamis, 10 November 2016

LAPORN PRAKTIKUM TEKNIK OTOMASI INDUSTRI MOTOR STAR DELTA OTOMATIS

                      LAPORN PRAKTIKUM TEKNIK OTOMASI INDUSTRI
                         MOTOR STAR DELTA OTOMATIS


    1. TUJUAN

       Dengan  praktikum ini  diharapkan  mahasiswa  mampu mengaplikasikan gambar rangkaian kedalam bentuk nyata  berupa rangkaian listrik sesuai dengan tujuan dan fungsi  dari gambar rangkaian yang ada,baik untuk rangkaian control maupun untuk rangkaian dayanya.
Untuk  praktikum  kali ini adalah rangkaian untuk mengendalikan hubungan motor bintang (star) dan hubungan segitiga (delta) serta referse forward secra otomatis.rangkaian ini diperuntukan kerja mesin yang memerlukan daya ataupun torsi yang berbeda pada setiap langkah kerjanya,serta untuk mesin yang memerlukan perbedaan kecepatan.


    2. ALAT DAN BAHAN

         A. ALAT
1.     obeng +
2.     obeng -
3.     tang potong
4.     tang kombinasi
5.     tang kupas
         B. BAHAN
  • Papan komponen (component board)
  • Kabel konector (male or female conector)
  • Motor
  • Gambar rangkaian (daya dan kontrol)
  • Kabel spiral


    3. LANGKAH KERJA
  • Persiapkan gambar rangkaian (control dan daya) yang akan dipraktikumkan.
  • Persiapkan kabel konektor (male or female conector) sebagai  tool  untuk menghubungkan antara komponen- komponen control.
  • Perhatikan gambar secara seksama sebelum menghubungkan komponen-komponen control tersebut dengan kabel konector
  • Cek komponen –komponen  control apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak agar tidak terjadi error pada saat pengecekan diakhir nanti
  • Apabila semua persiapan telah selasai semua ,mulailah untuk menghubungkan komponen-komponen control  menggunakan kabel conector .
  • Mualilah dengan merangkai  rangkain control setelah itu barulah dengan merangkai rangkaian dayanya.
  • Lakukan pengecekan pada setiap tahap perangcangan selesai agar mudah pada untuk memperbaikinya apabila terjadi error.
  • Apabila rangkain control dan rangkaian dayanya telah selesai mulailah untuk pengecekan dengan menggunakan beban (dalam praktikum kali ini beban berupa motor).
  • Bila motor bekerja sesuai fungsinya itu berarti rangkain yang dibuat benar,bila belum lakukan pengecekan ulang.


    4.GAMBAR KERJA
      
            a.gambar rangkaian daya

  Hasil gambar untuk gambar rangkaian daya star delta




             
b.gambar rangkaian kontrol



    

    5. ANALISA DATA

           Dari praktikum didapat data sebagai berikut ;
  • Saat S1 aktif, K2 aktif, menset KT2 dan mengaktifkan K1.
  • K1 berfungsi sebagai kontak utama untuk mengaktifkan motor.
  • KT2 (timer) bekerja secra On Dellay, dimana KT1 tersebut akan merubah kontak – kontak setalah melalui waktu tertentu sesuai waktu yang telah di set sebelumnya.
  • K2 berfungsi untuk mengkondisikan motor pada keadaan hubung Bintang (Star).
  • K3 berfungsi untuk mengkondisikan motor pada keadaan hubung Segitiga (Delta).
  • Motor akan bekerja hubung bintang bila K1 dan K2 aktif.
  • Motor akan bekerja hubung bintang bila K1 dan K3 aktif.
  • Pada keadaan normal (S1 dan S2 tidak ditekan) L1 aktif.
  • L2 aktif bila K3 aktif (motor hubung Segitiga).
  • L3 aktif bila K2 aktif (motor hubung Bintang).
  • S2 sebagai tombol OFF berfungsi untuk mematikan system Kontrol tersebut.



    5. KESIMPULAN

          Setelah praktikum dilakukan dapat di simpulkan bahwa ;
  • KT1 dan K1  aktif bila K2 aktif denga cara menekan S1.
  • K1 berfungsi sebagai kontak utama untuk mengaktifkan motor.
  • KT2 (timer) bekerja secra On Dellay, dimana KT1 tersebut akan merubah kontak – kontak setalah melalui waktu tertentu sesuai waktu yang telah di set sebelumnya.
  • K2 berfungsi untuk mengkondisikan motor pada keadaan hubung Bintang (Star).
  • K3 berfungsi untuk mengkondisikan motor pada keadaan hubung Segitiga (Delta).
  • Perubahan bintang ke segitiga terjadi setelah kontak-kontak yang ada pada KT2 berubah,pada. rangkaian control ini, kontak yang digunakan adalah NC dan akan berubah menjadi NO sesuai settingan waktu yang telah ditentukan.
  • K1 aktif terus walaupun K2 sudah tidak aktif lagi karena terjadi penguncian sebelumnya oleh kontak K1.
  • K1 tidak aktif bila S2 ditekan serta system akan mati (nonaktif).


    ***  سمجة برمنفاة باغي يانج ممبكنيأ  ***
أمين